Minggu, 01 November 2020

kampungku tempat ku kembali

 

Kampung halaman ku adalah sebaik baiknya tempat kembali

 

Perkenalkan nama saya Intan Mufidah, saya lahir di provinsi Kalimantan Barat,Kota Pontianak, kabupaten kubu Raya, kecamatan Sungai Raya desa Kuala dua dusun Kramat 1. Saya adalah anak tunggal dari keluarga kecil. Saat ini saya menjadi mahasiswa di IAIN Pontianak pada awal semester 1, fakultas tarbiyah dan keguruan, program studi pendidikan agama Islam (PAI). Kampungku terletak sangat strategis di antara penerbangan udara (Supadio). Kampungku juga masih terkenal dengan sawah dan hutannya. Dan masih banyak masyarakat di kampungku yang bekerja sebagai petani. Kampungku ketika siang begitu ramai, tetapi begitu matahari sudah tenggelam kesunyian pun datang yang hanya terdengar suara kendaraan bermotor dan mobil lalu-lalang di jalan.

kampungku masih terkenal sangat asri dengan adanya sawah-sawah sungai yang terbentang dengan pemandangan yang sangat indah saat matahari tenggelam. Pemandangan sawah yang begitu hijau di mata, dan masih segarnya udara dengan banyaknya pohon-pohon di tepian jalan.

Selain itu kampung halamanku juga terdapat tempat-tempat wisata yang dapat dikunjungi seperti gunung ambawang,cafe ho'ce kuala dua kubu raya,agrowisata instiper yogyakarta,taman mini strawberry.

Walaupun kampungku tidak begitu banyak tempat wisata, tetapi kampungku adalah tempat dimana aku akan kembali. Tempat yang menjadikan saksi di mana Aku tumbuh menjadi lebih besar dan mengetahui segalanya.Selain itu di tempatku aku masih begitu asli  dengan ragam suku, adat  dan budaya. Dari suku Melayu Dayak Bugis Madura Jawa dan cina.

beragam banyak budaya dan adat istiadat dari beberapa suku seperti banyaknya mayoritas suku Melayu di kampungku banyak kebudayaan yang sering ditampilkan di berbagai acara besar di kantor bupati seperti pantun berdendang atau tundang Melayu dan makan saprahan atau makan bersama-sama di tempat yang luas dan masih banyak lagi. Selain itu kebudayaan kampungku tidak lepas dari kebudayaan Islam yang begitu kental, seperti setiap ada perayaan hari besar Islam maka kampungku akan merayakannya dengan begitu meriah seperti di bulan Muharram, kelahiran Rasulullah, dan menyambut bulan suci Ramadhan. Pada saat saya masih kecil kampungku sangat Amay ibu Han makan tak sepi sesak saat ini mungkin karena banyak anak-anak seusiaku yang sudah kuliah atau bekerja maupun menikah. Tanah zaman sekarang anak-anak sudah mengenal namanya smartphone mereka akan lebih asik pada gadget mereka daripada bermain bersama. Saat ini kampungku tidak seperti dulu, siang hari kami bermain di lapangan bermain petak umpet congklak, masak-masakan , lompat tali berkubang di sungai dan lain sebagainya tapi sekarang semua itu tidak seperti itu lagi kampungku begitu sepi saat ini karena banyak anak-anak seusia aku dulu yang lebih asik pada smartphone dan jarang berkomunikasi dengan teman yang lain untuk bermain permainan tradisional. walaupun begitu saya senang tinggal di kampung ini kampung yang mempunyai banyak cerita sekarang ini kampung saya sudah sedikit maju daripada sebelumnya sesekali aku berkeliling melihat sekitar perubahan yang terjadi seperti masjid sekarang sudah lebih bagus dari sebelumnya ada banyak tokoh-tokoh yang dibangun banyak cafe-cafe yang sudah berdiri, dan lain sebagainya. namun saya juga berharap walaupun kampung ini sudah maju dan berkembang tetapi tidak merubah budaya dan adat yang ada saya merasa budaya dan adat yang sudah ada sangat cocok dengan kampung ini.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar